12.5.12

....

"Seberat apapun langkahku untuk berjalan, aku pastikan aku tidak akan meminjam tongkatmu".

silently.. silence..

Kamu pernah sendiri? Atau malah kamu senang menyendiri?
Kata "sendiri" terdengar menyeramkan memang. Tapi itu sudah menjadi bagian dari hidup. Aku sudah biasa, bahkan terbiasa. Perasaan yang selalu tidak indah dalam kesendirian, tapi aku menikmatinya. Terlalu munafik memang, jika aku mengatakan aku bisa sendiri. Tapi kenyataannya memang begitu. Hanya ditemani sebait doa yang aku panjatkan sebagai teman untuk kesendirianku.
Sendiri mungkin berbeda dengan hampa. Hampa tidak bisa merasakan ruang yang ada di sekitar. Aku masih bisa. Aku bisa merasakan derai tawa sahabat-sahabatku, hanya pikiranku yang seolah berkata aku sendiri. Mungkin aku penyendiri yang ulung. Selalu berkutat dengan pikiranku, tapi hatiku tidak pernah kosong. Ada cintaku untuk Tuhanku, keluarga, kekasih, dan sahabatku.
Kesendirianku mungkin hanya ada dalam pikiranku. Aku tidak berani menyampaikan itu pada hati. Karena hatiku tidak boleh sendiri.
Apakah kamu pernah tau aku menangis karena kesendirianku? Aku harus pandai-pandai menyembunyikan itu. Aku hanya berkeluh kesah kepada Tuhanku. Tidak dengan siapapun. Aku tidak mau membebani siapapun. Orang hanya akan tau aku yang selalu dengan riang berkata, "hai, aku bahagia". Tidakkah lebih baik begitu? Aku hanya akan membagi kebahagianku saja. Aku tidak pernah takut sendiri, tangan Tuhan akan selalu menyertai keberadaanku. Begitu pula orang di sekelilingku, aku mencintai kalian.

a.l.r