5.3.12

kepada yang ku cinta

Untuk Ayahku di surga, 

Halo Ayahku.. Bagaimana di surga? Apakah menyenangkan berada disana? Oh rasanya aku ingin sekali ikut ayah disana. Kapan ayah mengunjungiku disini? Barang sekali aku pingin bertemu, ayah. Mungkin Tuhan belum mengijinkan. Aku pasrah.
Ayah, aku sudah besar sekarang. Sebulan lagi akan berulang tahun ke- 22. Cepat sekali bukan. Aku terakhir berulang tahun dengan ayah saat aku berumur 5 tahun. Itupun aku ga ingat, ayah. Sangat kuingat adalah ketika ayah membelikanku sandal baru. Ayah suka sekali memanjakanku. Membelikanku ini-itu. Lain hal dengan Ibu. Ayah, aku masih ingat ketika ayah menyuruhku membelikan rokok untukmu, sisanya pasti kubelikan permen. Ah, mataku terlalu sensitif ayah. Air hujan terlampau kalah jauh dengan airmataku.
Aku sangat merindukan ayah. Aku merasa sepi, ayah. Aku terkadang bingung harus cerita masa-masaku kepada siapa. Aku pasti cerita kepada Tuhan, ayah. Tapi lebih lengkap lagi kalo aku menceritakan kepada seseorang yang ada di bumi. Ah, aku memang masih seperti atick kecil kan ayah. Selalu banyak maunya.
Aku sudah mempunyai teman dekat sekarang. Apa ayah mengijinkan? Dia tampan, baik, perhatian. Dia selalu disampingku, ayah. Andai ayah disini, pasti bisa akrab dengan dia. Semoga dia bisa selalu menjagaku. Aku jadi merasa tidak sendiri semenjak ada dia, ayah. 
Ayah, maaf tidak selalu bisa mengunjungi makam ayah tiap minggu. Aku masih di solo hari kamis ayah. Tapi doaku selalu untuk Ayah di setiap aku bersujud.
Aku ingin ayah bangga mempunyai putri seperti aku. Aku janji akan bikin Ibu bahagia, ayah. Ayah berharap seperti itu juga bukan ?
Ayah, aku disini selalu mendoakan ayah. Selalu merindukan ayah.
Aku mencintai ayah.
Baik-baik di surga ya ayah.
Oya, besok aku harus kembali ke Solo,yah. Aku akan selalu semangat, ayah.

Salam kangen dariku dan Ibu.

4.3.12

"Harus hati - hati kalo ngomong. Belum tentu yang kita ajak ngomong tau betul apa yang kita maksud. Atau bahkan malah tersinggung"